Archive for category Kebakaran Hutan/Lahan

Pemprov Riau Minta Bantuan Hujan Buatan Untuk Padamkan 154 Titik Api

Sebaran titik api dalam dua pekan terakhir belum berkurang. Saat ini terdapat 154 titik api di sejumlah kabupaten dan kota di Riau. Pemprov Riau meminta bantuan Pemerintah Pusat untuk membuat hujan buatan.

Hal itu disampaikan, Wakil Gubernur Riau, Mambang Mit kepada wartawan dalam rapat Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Pusdal Karhutla) di Kantor Gubernur Riau, Selasa (19/10/2010) di Jl Sudirman, Pekanbaru.

Read the rest of this entry »

,

No Comments

Puluhan Hektare Hutan Gunung Wilis Masih Terbakar

Kobaran api yang melumat puluhan hektare lahan hutan lindung di lereng Gunung Wilis, Madiun, Jawa Timur, belum bisa dijinakkan. Padahal si jago merah sudah “marah” sejak empat hari silam.

Pantauan Metro TV, Senin (19/10), jilatan api tampak menyambar ke mana-mana. Petugas kehutanan setempat mengatakan, si jago merah sudah meludeskan 20 hektare lahan hutan.

Api sulit dipadamkan karena medan yang sulit dijangkau. Lagi pula angin berembus cukup kencang. Kobaran api dikhawatirkan akan merambah ke pemukiman.

sumber: metrotvnews

,

No Comments

Kebakaran Hutan Lereng Lawu

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kebakaran hutan yang awalnya terjadi di lereng Gunung Lawu bagian Ngawi, Jawa Timur, kini telah merembet ke Karanganyar.

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Karanganyar Aji Pratama Heru mengatakan hutan lindung di Karanganyar telah ikut terbakar sejak Minggu (27/9) pukul lima sore. “Api mulai masuk di kawasan hutan lindung di Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi sejak Minggu sore,” jelas Aji, Senin (28/09).

Untuk itu, sejak Minggu (27/09) kemarin sudah disiagakan 42 orang petugas satuan penanggulangan bencana yang dibantu masyarakat sekitar, untuk memadamkan api. “Kami belum tahu berapa luas hutan yang terbakar. Prinsipnya kami berusaha menjaga agar kebakaran tidak semakin meluas,” lanjutnya.

Aji mengatakan, kesulitan terbesar dalam memadamkan api dikarenakan tidak adanya air di lokasi kebakaran. Untuk membawa air dari bawah pun terbilang mustahil. “Lokasinya di atas bukit dan hanya bisa dicapai dengan jalan setapak. Jangankan membawa air untuk memadamkan, untuk perbekalan saja kami kesusahan,” katanya.

Sehingga pemadaman dilakukan dengan cara sederhana. Yaitu api dipukul-pukul dengan ranting dan dedaunan sampai padam. Cara ini membutuhkan waktu dan tenaga yang besar. “Tapi memang ini jalan keluar satu-satunya untuk saat ini. Kecuali kalau ada helikopter yang menyiramkan air dari udara.”

Sementara untuk mencegah agar kebakaran tidak meluas, pihaknya menggali tanah untuk melokalisir lokasi kebakaran. Namun cara inipun belum tentu berhasil, mengingat kobaran api juga dipengaruhi arah angin. “Kami tidak bisa memprediksi kapan api akan padam atau justru malah meluas. Yang penting sudah dilakukan upaya-upaya pencegahan,” tandas Aji.

Di Karanganyar terdapat empat hektar hutan lindung yang ada di lereng Gunung Lawu sebelah utara. Hutan tersebut terdapat di Desa Girimulyo, Argodalem, Wukirbayi, Selo Pundutan, Sendang Macan, dan Anggrasmanis.

“Untuk sementara kebakaran tidak mengancam penduduk, mengingat lokasinya dengan perkampungan penduduk terdekat berjarak tiga bukit lagi,” tuturnya.

UKKY PRIMARTANTYO

Sumber : Tempo Interaktif

,

No Comments

Hutan Gunung Guntur Garut Terbakar

TEMPO Interaktif, GARUT- Kawasan hutan Gunung Guntur di Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terbakar. Kali ini kebakaran terjadi blok rejeng di kawasan cagar alam kamojang. Sampai berita ini ditulis luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 25 hektar.

Kebakaran mulai terjadi sekitar Senin (31/8), sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah V Garut bersama masyarakat setempat masih berusaha memadamkan kobaran api. “Belum diketahui sumber api yang menyebabkan terjadinya kebakaran tersebut,” ujar Kepala Seksi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah V Garut, Teguh Setiawan, saat ditemui di Kantornya.

Menurutnya, sulinya pemadaman api di kawasan itu karena jauhnya sumber mata air dengan pusat api. Selain itu, kebakaran pun tersebar di beberapa titik. Sedangkan petugas kehutanan jumlahnya terbatas hanya sekitar 17 orang. Mereka hanya dibekali jet shooter atau pompa penyemprot air berkapasitas 20 liter untuk memadamkan api.

Jenis vegetasi yang terbakar umumnya adalah pohon pinus dan semak belukar. Asap tebal yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut terlihat dari jarak sekitar 10 kilometer atau di pusat kota Kabupaten Garut.

Sebelumnya, api yang membakar hutan di blok Rejeng awalnya hanya berupa kepulan kecil saja. Namun karena angin kencang dan kekeringan mengakibatkan api menyebar cepat ke beberapa lokasi hingga terlihat semakin membesar. Kencangnya tiupan angin, karena letak geografis Garut berada di tengah tengah lembah yang dikelilingi deretan empat gunung besar. “Makanya di Garut itu anginnya berputar kencang,” ujarnya.

Kebakaran ini adalah yang ketiga kalinya selama bulan ini. Sebelumnya kebakaran terjadi di blok Cipanas, seluas 5 hektar. Kedua, dua hektar di Gunung Haruman, Kecamatan Leles, seluas 18 hektar.
Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Garut, Edi Muharam menyatakan, memasuki musim kemarau saat ini sedikitnya tiga hutan di wilayahnya rawan terjadi kebakaran. Daerah tersebut berada di komplek Gunung Guntur, Papandayan, Leuweung Sancang, dan beberapa daerah di wilayah wilayah Selatan. Luas daerah rawan itu mencapai sekitar 250 hektar. “Lahan itu berada di kawasan hutan konservasi dan lindung,” ujarnya.
Terjadinya kebakaran di Garut, lebih diakibatkan oleh suhu udara. Pada suhu 30-35 derajat, alang-alang kering mudah terbakar. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi semakin meluasnya kebakaran hutan, pihaknya melakukan pengamanan hutan swakarsa bersama masyarakat sekitar hutan.

SIGIT ZULMUNIR

sumber: Tempo Interaktif

No Comments

Padang Savana Gunung Rinjani Terbakar

TEMPO Interaktif, Mataram – Padang savana Gunung Rinjani seluas 300 hektare terbakar sejak Rabu (19/8) siang. Penyebabnya diduga berasal dari api unggun para pemburu atau puntung rokok.

Padang Savana, Rinjani

Terbakarnya ilalang setinggi pinggang manusia tersebut akibat mengeringnya tumbuhan pada puncak musim kemarau, yang setiap tahun memang berpotensi terjadi di sana.

Lokasi kebakaran berada di selatan Gunung Barujari atau di atas bibir kaldera yang berjarak sekitar 500-an meter dari tepi Danau Segara Anak di kawaian Rinjani tersebut.

Lokasi terdekat berada di Lendang Kepundung, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Api dikawatirkan merusak hutan pohon cemara, bangsal (bakbakan), bunga edelweis. Kebakaran juga mengancam musnahnya rusa (sebutan lokal: mayung), kijang (senggak), burung punglor (tempang), elang dan tekukur.

Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Rinjani di Sembalun, Mutaharlin, mengatakan kebakaran tersebut diduga ulah para pendaki dan pemburu lokal. Selain berburu, mereka juga melakukan kegiatan tradisi mandi air panas serta memancing di Danau Segara Anak.

“Biasanya yang bandel itu orang lokal, bukan pendaki wisatawan,” katanya kepada Tempo, Kamis (20/8) pagi.

Kebakaran yang berada di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut tersebut tidak mungkin bisa diatasi dengan menyemprotkan air karena jauh dari lokasi pemukiman penduduk dan biasanya berhenti dengan sendirinya.

“Kalau sudah terbakar ya tunggu saja berhenti dengan sendirinya,” ucap Mutaharlin.

Menurut Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah II Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Lalu Moh.Fadli kepada Tempo, tim kesatu sebanyak 30 orang diberangkatkan melalui pos Sembalun dari arah sebelah timur dan tim kedua 20 orang melalui arah selatan jalur Timbanuh – Cemara Rompes dan Gunung Bendera sekitar perjalanan pendakian delapan jam.

Mereka terdiri dari kelompok masyarakat, TNI dan Dinas Kehutanan. “Mereka dibekali jet shooter berupa kantong air dan kopiok semacam cangkul pegangan karet,” ujar Fadli.

sumber: tempointeraktif

,

No Comments

Kebakaran Lahan Gambut di Jambi Kian Meluas

jambi-20090810-kebakaranTEMPO Interaktif, Jambi – Kebakaran lahan dan hutan di provinsi Jambi dalam tiga hari terakhir kian meluas, mencapai 300 hektar lebih. Sebelumnya, dua hari lalu sedikitnya 250 hektar lahan gambut terbakar.

Penyebab kebakaran diduga ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. “Salah seorang pemilik perusahaan sawit, PT Angso Duo, ditahan Kepolisian Resor Muarojambi,” kata Didy Wurjanto, Kepala BKSDA Jambi, Senin (10/8).

Menurut Didy, perusahaan ini terbukti membakar lahan gambut seluas 40 hektar.

Di kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, terjadi kebakaran hutan. Sementara 15 hektar hutan Kota Jambi di kawasan Mayang, Kecamatan Kotabaru dilalap api.

“Untung saja Sabtu malam Jambi diguyur hujan lebat, sehingga semuanya padam dengan sendirinya,” ujar Didy.

SYAIPUL BAKHORI

sumber: TEMPO Interaktif

No Comments